Aturan 30 Persen: Batas yang Memisahkan Utang Sehat dan Utang Menjerat
Kenapa lembaga keuangan tidak pernah melihat jumlah utang Anda, melainkan perbandingannya terhadap penghasilan.
Sembilan pertanyaan untuk tahu apakah utang Anda masih terkendali atau sudah menggulung.
Cara menghitungnya
Jumlahkan seluruh pembayaran utang bulanan: cicilan rumah, kendaraan, kartu kredit, paylater, pinjaman pribadi, dan pinjaman keluarga. Bagi dengan penghasilan bersih bulanan, lalu kalikan seratus. Itulah rasio Anda.
Kenapa 30 persen
Bukan angka ajaib. Angka itu muncul karena di bawahnya, sebagian besar rumah tangga masih menyisakan cukup ruang untuk pengeluaran tak terduga tanpa harus meminjam lagi. Di atas 40 persen, satu servis kendaraan atau satu biaya kesehatan sudah cukup memaksa pinjaman baru - dan di situlah lingkarannya dimulai.
Yang sering salah dihitung
Tiga kesalahan paling umum: memakai penghasilan kotor alih-alih bersih, melupakan paylater karena "jumlahnya kecil", dan tidak menghitung pinjaman dari keluarga karena tidak berbunga. Ketiganya membuat rasio terlihat lebih sehat daripada kenyataannya.
Kalau angka Anda sudah lewat
Urutannya: hentikan pinjaman baru, susun daftar lengkap seluruh utang beserta bunganya, bayar minimum untuk semua, lalu arahkan seluruh kelebihan ke satu pinjaman berbunga tertinggi. Kalau rasionya di atas 45 persen, tambahkan satu langkah lagi - ajukan restrukturisasi secara resmi. Itu prosedur biasa, dan pemberi pinjaman lebih memilih pembayaran kecil yang lancar daripada berhenti sama sekali.
Kenapa memotong belanja saja jarang cukup
Pada rasio tinggi, penghematan bisa menutup selisih beberapa ratus ribu, sementara masalahnya berukuran jutaan. Menaikkan pemasukan hampir selalu berdampak lebih besar - dan lebih tahan lama - daripada memangkas pengeluaran yang sudah tipis.
Sembilan pertanyaan untuk tahu apakah utang Anda masih terkendali atau sudah menggulung.
0 komentar