Banyak orang berhemat listrik dengan mematikan lampu, padahal lampu LED hanya menyumbang porsi kecil dari tagihan. Berhemat efektif dimulai dari mengukur, bukan menebak.
Tiga penyumbang terbesar
Pendingin ruangan hampir selalu menjadi juara. AC 1 PK yang menyala 8 jam sehari menghabiskan sekitar 168 kWh per bulan, atau lebih dari Rp 240.000. Bandingkan dengan seluruh lampu LED di rumah yang mungkin hanya 20-30 kWh.
Pemanas - setrika, pemanas air, dispenser panas, oven listrik - berdaya besar meski dipakai sebentar. Dispenser dengan pemanas yang menyala 24 jam bisa menghabiskan 60-90 kWh per bulan tanpa disadari.
Kulkas tua dengan karet pintu yang sudah tidak rapat membuat kompresor bekerja terus-menerus. Kulkas berumur di atas 10 tahun bisa mengonsumsi dua kali lipat model baru berlabel hemat energi.
Ukur dulu, baru hemat
Sebelum mengganti apa pun, hitung konsumsi tiap alat dengan kalkulator tagihan listrik. Daya alat tertera di label badannya. Setelah tahu urutan alat paling boros, Anda bisa memutuskan mana yang layak diganti dan mana yang cukup diubah cara pakainya.
Langkah yang benar-benar berdampak
- Naikkan suhu AC ke 24-25°C dan gunakan timer. Setiap penurunan 1°C menambah konsumsi sekitar 6-8%. Pilih juga ukuran AC yang sesuai ruangan lewat kalkulator PK AC - AC kekecilan bekerja tanpa henti dan justru boros.
- Cabut steker pemanas air dan dispenser panas saat tidak dipakai, atau pasang timer colokan.
- Bersihkan filter AC tiap dua bulan. Filter kotor memaksa kompresor bekerja lebih keras hingga 15% lebih boros.
- Ganti lampu lama ke LED bila jumlahnya banyak dan menyala lama - hitung penghematannya di kalkulator hemat lampu LED.
Kapan mempertimbangkan panel surya
Bila setelah semua langkah di atas tagihan bulanan Anda masih di atas Rp 700.000 dan sebagian besar pemakaian terjadi di siang hari, PLTS atap mulai masuk akal secara ekonomi. Hitung kapasitas dan lama balik modalnya di kalkulator kebutuhan panel surya sebelum menghubungi instalatur.