Perkirakan kebutuhan anggaran membangun rumah dari luas bangunan, jumlah lantai, dan kelas material yang dipilih. Hasilnya berupa rentang biaya, bukan angka pasti.

Cara membaca hasil kalkulator

Kalkulator memakai pendekatan harga borongan per meter persegi - metode yang paling umum dipakai untuk perkiraan awal sebelum RAB detail dibuat. Rentang harga yang dipakai:

  • Standar (Rp 3,5 - 4 juta/m²): material lokal, keramik ekonomis, plafon gypsum polos, tanpa lisping.
  • Menengah (Rp 5 - 6 juta/m²): keramik 60x60, kusen aluminium/kayu olahan, sanitair merek nasional.
  • Premium (Rp 7,5 - 9 juta/m²): granit, kusen kayu solid, plafon drop ceiling, sanitair impor.

Lantai kedua menambah biaya struktur (kolom, balok, tangga) sehingga faktor pengalinya lebih dari sekadar dua kali luas.

Biaya yang sering terlupakan

Angka per meter di atas umumnya mencakup struktur, dinding, atap, lantai, plafon, listrik, dan sanitair dasar. Yang belum termasuk dan harus dianggarkan terpisah: IMB/PBG dan izin, biaya arsitek dan gambar kerja, pondasi khusus bila tanah lembek, pagar dan carport, perabot, serta pajak. Sisihkan dana cadangan 10-15% dari total, karena hampir semua proyek rumah mengalami perubahan di tengah jalan.

Borongan penuh atau borongan jasa?

Borongan penuh (material + jasa) memudahkan kontrol anggaran tetapi mutu material harus dikunci lewat spesifikasi tertulis. Borongan jasa saja (upah tukang) membuat Anda bebas memilih material, namun butuh waktu dan pengetahuan untuk belanja sendiri, serta risiko material menganggur atau kurang di lapangan.