Masukkan ukuran dinding yang akan dipasang, lalu kalkulator menghitung kebutuhan bata merah, semen, pasir, serta estimasi biaya materialnya secara otomatis.
Rumus yang dipakai kalkulator ini
Perhitungan bertumpu pada angka koefisien SNI yang lazim dipakai kontraktor lapangan:
- Dinding 1/2 bata membutuhkan sekitar 70 buah bata merah per m² (ukuran bata 5 x 11 x 22 cm dengan siar 1,5 cm).
- Dinding 1 bata (dinding tebal/pagar) membutuhkan sekitar 140 buah per m².
- Adukan campuran 1:5 memerlukan ± 11,5 kg semen (0,23 sak) dan 0,043 m³ pasir per m² pasangan 1/2 bata.
Jumlah bata = Luas dinding × koefisien per m² × (1 + faktor susut). Faktor susut wajib dimasukkan karena selalu ada bata yang patah saat pengiriman dan pemotongan di sudut.
Tips agar hasil hitungan tidak meleset
- Kurangi luas bukaan. Jika ada pintu dan jendela, kurangi dulu luasnya dari total luas dinding sebelum dimasukkan ke kalkulator.
- Ambil susut 5-10%. Bata merah lokal yang dikirim dengan truk terbuka bisa pecah hingga 10%. Bata press/ekspos yang lebih rapat cukup 5%.
- Cek dimensi bata di toko Anda. Ukuran bata merah berbeda-beda antar daerah. Bata yang lebih kecil dari 5 x 11 x 22 cm membuat kebutuhan per m² naik.
- Biaya di kalkulator ini adalah biaya material saja, belum termasuk upah tukang. Upah pasang dinding umumnya dihitung per m².
Kapan sebaiknya pakai bata ringan?
Bata merah unggul dari sisi harga material dan kekuatan menahan beban, tetapi lebih berat dan lebih lambat dipasang. Bata ringan (hebel) memangkas waktu pemasangan dan beban struktur, namun butuh perekat khusus yang harganya lebih mahal per sak. Untuk rumah 1-2 lantai dengan anggaran ketat, bata merah masih paling ekonomis.