Masukkan dimensi bidang yang akan dicor. Kalkulator menghitung volume beton, kebutuhan semen, pasir, kerikil, dan estimasi biaya materialnya sesuai mutu beton yang dipilih.

Cara kalkulator ini menghitung

Volume beton didapat dari panjang × lebar × tebal, dikali jumlah bidang yang identik. Setelah volume ketemu, kebutuhan material dihitung dari koefisien campuran per m³ sesuai mutu beton:

  • K175 (setara 1:2:3) - lantai kerja, jalan setapak: ± 6,4 sak semen per m³
  • K225 - kolom, balok, plat rumah tinggal: ± 7,4 sak semen per m³
  • K250 - struktur ruko/rumah 2 lantai: ± 7,9 sak semen per m³
  • K300 - struktur berat, jalan beton: ± 8,6 sak semen per m³

Kebutuhan pasir rata-rata 0,54 m³ dan kerikil/split 0,8 m³ per m³ beton. Ditambahkan faktor susut karena beton menyusut saat dipadatkan dan selalu ada yang tercecer.

Cor manual atau ready mix?

Untuk volume di bawah 3 m³, mengaduk sendiri (site mix) biasanya lebih murah. Di atas 5 m³, beton ready mix lebih hemat waktu, mutunya lebih terjamin, dan menghemat upah tukang. Perhatikan bahwa truk molen umumnya menetapkan minimal order 3-5 m³ dan butuh akses jalan yang memadai.

Kesalahan yang sering terjadi

Ketebalan pelat sering diukur di satu titik saja, padahal permukaan tanah tidak rata sehingga volume aktual bisa 10-15% lebih besar. Tambahkan faktor susut minimal 5% agar tidak kekurangan beton di tengah pengecoran, karena sambungan cor dingin (cold joint) melemahkan struktur.